Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)





    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)




Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya system perdagaangan bebas antara Negara-negara ASEAN yang telah disepaki bersama antara pemimpin-pemimpin negara-negara ASEAN untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang lebih stabil, makmur dan kompetitif dalam pembangunan ekonomi. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). 


Tentang MEA

            Awal mula MEA berawal pada KTT yang dilaksanakan di Kuala Lumpur pada tanggal 1997 dimana para pemimpin ASEAN akhirnya memutuskan untuk melakukan pengubahan ASEAN dengan menjadi suatu kawasan makmur, stabil dan sangat bersaing dalam perkembangan ekonomi yang berlaku adil dan dapat mengurangi kesenjangan dan kemiskinan sosial ekonomi (ASEAN Vision 2020) kemudian dilanjutkan pada KTT bali yang terjadi pada bulan Oktober pada tahun 2003, para pemimpin ASEAN mengaluarkan pernyataan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA akan menjadi sebuah tujuan dari perilaku integrasi ekonomi regional di tahun 2020, ASEA SECURITY COMMUNITY dan beberapa komunitas sosial Budaya ASEAN  merupakan dua pilar yang tidak bisa terpisahkan dari komunitas ASEA. Seluruh pihak diharapkan agar dapat bekerja sama secara kuat didalam membangun komunitas ASEAN di tahun 2020.
            Kemudian, selanjutnya pada pertemuan dengan Menteri EKonomi ASEAN yang telah diselenggarakan di bulan Agustus 2006 yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia mulai bersepakat untuk bisa memajukan masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA dengan memiliki target yang jelas dan terjadwal dalam pelaksanaannya.Di KTT ASEAN yang ke-12 di bulan Januari 2007, para pemimpin mulai menegaskan komitmen mereka tentang melakukan percepatan pembentukan komunitas ASEAN di tahun 2015 yang telah diusulkan oleh ASEAN Vision 2020 dan ASEAN Concord II, dan adanya penandatanganan deklarasi CEBU mengenai percepatan pembentukan komunitas ekonomi ASEAN di tahun 2015 dan untuk melakukan pengubahan ASEAN menjadi suatu daerah perdagangan yang bebas barang, investasi, tenaga kerja terampil, jasa dan aliran modal yang lebih bebas lagi.
            Dan Menjadi langkah awal dalam mewujudkan MEA atau MAsyarakat Ekonomi ASEAN dan Di saat yang sama, MEA akan dapat mengatasi kesenjangan pada pembangunan dan melakukan percepatan integrasi kepada negara Laos, Myanmar, VIetnam dan Kamboja lewat Initiative for ASEAN integration dan inisiatif dari regional yang lainnya.


Keangotaan  ASEAN

            ASEAN beranggotakan hampir semua Negara yang berada di Asia Tenggara kecuali Timor Leste dan Papua New guinea, dimana kedua Negara ini masih dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari ASEAN. Adapun Negara Negara yang menjadi anggota ASEAN adalah:


ü  Indonesia (sejak 8 Agustus 1967)
ü  Malaysia (sejak 8 Agustus 1967)
ü  Singapura (sejak 8 Agustus 1967)
ü  Thailand (sejak 8 Agustus 1967)
ü  Filipina (sejak 8 Agustuus 1967)
ü  Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
ü  Vietnam (28 Juli 1995)
ü  Laos (23 Juli 1997)
ü  Myanmar (23 Juli 1997)
ü  Kamboja (16 Desember 1998)

     APEC (Asian Pasific Economic Coorporation) yang berfungsi sebagai forum ekonomi untuk meningkatkan kerja sama dan liberalisi perdagangan yang meliputi semua ekonomi besar di wilayah Asia Pasifik

    OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) yaitu berfumgsi organisasi yang bertujauan menegoisasikan masalah masalah mengenai produksi , harga dan hak konsesnsi minyak bumi dengan perusahaan perusahan minyak 

      IMF (International Monetary Fund ) yaitu organisasi internasional yang bertanggung jawab dalam mengatur sistem finasial global dan menyediakan pinjaman kepada negara anggotanya untuk membantu masalah masalah keseimbangan naraca keuangan masing masing negara 





Perserikatan MEA








MEA Masyarakat Ekonomi Asia merupakan perserikatan dagang antar Masyarakat ASEAN dimana negara-negara anggotanya memiliki hak untuk melakukan perdagangang bebas lintas negara tanpa dikenai biaya pajak maupun upeti lainnya. Negara Indonesia Sebagai negara ASEAN tentu merupakan negara yang menjadi salah satu pemeran dari kesepakatan yang telah disetujui oleh perserikatan tersebut. Dengan berjalannya MEA maka setiap negara bebas keluar masuk negara lain tanpa dibatasi oleh apaun sihingga perdangan bebas merupakan hal yang biasa baik itu perdagangan benda maupun jasa.


A.    Perserikatan Atau Perkumpulan Negara MEA Di Dunia Dalam Bidang Ekonomi Di Bidang Dagang

                

                 Peran para produsen dalam memproduksi barang dagangannya akan meningkat, karena jumlah barang yang diproduksi meningkat, pada awalnya barang tersebut hanya dijual di dalam negeri saja, namun dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, yang memberlakukan pasar tunggal atau pasar bebas di kawasan ASEAN, maka barang yang akan diproduksi akan meningkat, tidak hanya untuk masyarakat di dalam negari saja, melainkan untuk masyarakat luar negeri juga. Apabila pemberlakuan ekspor dan impor barang akan diadakan bea masuk dan bea keluar hingga 0-5 % saja, serta penghapusan kuantitas (jumlah) barang yang diekspor maupun di impor, hal ini juga memberikan keuntungan bagi masyarakat Indonesia yang berperilaku sebagai produsen, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat, taraf hidup masyarakat meningkat, masyarakat akan membayar pajak, yang nantinya pajak tersebut digunakan sebagai pembangunan seperti pembangunan jalan, jembatan, rambu-rambu lalu lintas, aliran listrik bagi masyarakat desa terpencil, pemberian subsidi bagi masyarakat dan lain-lain, dengan begitu, Indonesia akan lebih maju.

                 Berhubung Indonesia akan memproduksi barang tidak hanya untuk masyarakat Indonesia sendiri, namun untuk masyarakat luar negeri juga, sehingga tenaga kerja dalam memproduksi tersebut dibutuhkan lebih banyak lagi. Tenaga kerja yang dikirimkan oleh negara Indonesia ke negara tetangga  sebenarnya untuk menambah pemasukan negara, maka tidak menunutut kemungkinan untuk dilakukan kembali. Tenaga kerja merupakan salah satu terpenting dalam melakukan produksi, sehingga tenaga kerja yang ada perlu diimbangi dengan pelatihan-pelatihan ketenagakerjaan seperti pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) demi mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik lagi. Disamping itu, dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap untuk kompetitif di era global ini, diperlukan pendidikan yang layak demi melatih soft skill pada masyarakat dengan meningkatkan standar atau kualifikasi bagi masyarakat yang sudah bekerja.

   

     B .    Perserikatan atau perkumpulan negara negara MEA di dunia dalam bidang ekonomi di bidang  Sumber Daya Manusia (SDM)



             Indonesia merupakan salah satu negara dengan kapasitas Sumber Daya Manusia yang banyak. Namun dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia-nya, Indonesia masih sangat jauh tertinggal dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan negara lainnya. Hal ini disebakan oleh tingkat pendidikan Indonesia masih rendah dan fasilitas yang tidak memadai sehingga mengakibatkan kualitas tenaga kerja yang rendah, pengangguran meningkat, produktivitas menurun, serta daya saing rendah untuk mampu menghadapi persaingan diantara tenaga kerja baik dari dalam negeri maupun diluar negeri.
            
          Indonesia dengan kesembilan negara anggota ASEAN lainnya sudah menandatangani deklarasi blueprint Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) untuk memulai suatu langkah integrasi dari segi ekonomi. Hal ini membuat Indonesia harus berusaha memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia serta meningkatkan jiwa saing tenaga kerja Indonesia agar mampu bertahan ditengah era perdangan bebas yang akan datang. Pemerintah Indonesia harus bisa fokus dan peduli pada masalah tenga kerja dan segera berbenah untuk menciptakan iklim yang kondusif untuk mempercepat gerakan pertumbuhan ekonomi melalui Sumber Daya Manusia. Pembenahan tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan pendidikan, pemerataan pendidikan, peningkatan kesehatan, melakukan pelatihan kepada tenaga kerja, menyediakan fasilitas yang memadai, pembenahan struktur ketenagakerjaan di Indonesia, dan lain – lain akan mendorong kualitas tenaga kerja. Saat sebuah negara memiliki daya saing yang tinggi dan mampu berkompetisi di kancah regional dan global maka dapat dipastikan tenaga kerja yang dimiliki telah mampu mencapai standarisasi dan memiliki reputasi yang baik yang tentunya akan menguntungan negara. pada kualitas Sumber Daya Manusia dan tenaga kerja Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai keterampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun mulai dari keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya hingga mampu membangun Indonesia dalam persaingan global (MEA) di tahun 2015.
           
         


C.    Perserikatan atau perkumpulan negara negara MEA di dunia dalam bidang ekonomi di bidang  Teknologi


            Indonesia dalam menjelang AEC 2015, salah satunya adalah teknologi komunikasi. Berdasarkan yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Indonesia pada tahun 2010 berjumlah 237.641.326 jiwa atau pada tahun 2014 ± 252.124.458 jiwa(kira-kira naik 1,49% berdasarkan data Bank Dunia). Peran teknologi komunikasi di Indonesia dalam membantu aktivitas manusia sangat besar. Teknologi komunikasi yang ada saat ini, bisa dijadikan Indonesia sebagai peluang dalam menghadapi MEA 2015. Hal ini bisa kita lihat pada lingkungan sekitar, masyarakat Indonesia bisa menggunakan teknologi komunikasi, contoh; salah satunya Handphone (HP). Handphone yang kita temui dipasaran sekarang lebih dominan pada handphone pintar (smartphone).
           
         Jika teknologi komunikasi dikaitkan dengan AEC 2015 itu bisa singkron, sebab dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), masyarakat Indonesia harus bisa menggunakan handphone sebagai alat informasi mereka. Dalam AEC 2015 nanti, banyak pihak asing yang masuk ke Indonesia untuk menanamkan investasinya diberbagai bidang, baik bidang pertanian, pertenakan, dll. Maraknya teknologi komunikasi saat ini bisa dijadikan peluang bagi Indonesia dalam menghadapi MEA 2015. Dengan banyaknya masyarakat Indonesia pada saat ini jika dilihat dari teknologi komunikasi juga bisa membantu Indonesia, sebab setengah lebih penduduk Indonesia sudah bisa memanfaatkan teknologi komunikasi sebagai alat komunikasi mereka dengan pihak ataupun investor asing yang datang ke Indonesia.Jika dilihat dari kendalanya, adalah ketika masyarakat Indonesia belum tahu bagaimana cara mereka dalam menghadapi AEC 2015 nanti, apa yang harus dilakukan nantinya. Jika hal tersebut bakal muncul dikalangan masyarakat, maka pemerintah harus segera mensosialisasikan apa itu ASEAN Economic Community 2015, bagaimana mereka menghadapinya, menjelaskan manfaat teknologi komunikasi dalam menghadapi AEC 2015. Dan juga tentunya pemerintah harus memperbaiki sistem yang ada didalam teknologi komunikasi. Sebab, layanan telekomunikasi di Indonesia jauh sekali jika dibandingkan dengan negara maju. Layanan telekomunikasi di negara maju, 60 persen menggunakan kabel serat optik.
            
         Teknologi itu memiliki beberapa kelebihan, antara lain bebas gangguan, berkecepatan tinggi, dan berkapasitas tinggi. Sebenarnya pengembangan jaringan telekomunikasi kanal lebar berbasis kabel serat optik telah dicanangkan. Dengan konektivitas memainkan peran penting di dalam daya saing sebuah negara, tentu hal ini menjadi catatan penting.Dalam hal ini kendala sistem  telekomunikasi yang terjadi di indonesia menjadi masalah yang menjadi point penting dalam pengembangan teknologi yang terjadi di Indonesia dalam mempersiapkan AEC selain dari persiapan sektor pendidikan yang matang untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing dengan bangsa ASEAN lainnya nanti. Jika hal ini tidak di persiapkan secara baik, bisa sangat merugikan bagi perkembangan laju ekonomi dan persaingan antar negera ASEAN, namun jika sektor perbaikan SDM dan pemerintah menangani secara masalah tersebut serta perbaikan struktur dan infrastruktur sistem telekomunikasi ini bisa menjadi kendali dalam menstabilkan kondisi negara dan bahkan mampu meningkatkan kualitas indonesia untuk menghadapi AEC 2015. Seperti banyak negara berkembang lainnya, Indonesia belum dianggap sebagai negara yang terkemuka di dunia dalam perkembangan teknologi. Namun, sepanjang sejarahnya, ada prestasi penting dan kontribusi yang dibuat oleh Indonesia untuk teknologi, salah satunya teknologi informasi dan komunikasi, hal ini tidak menutup kemungkinan revolusi dan perbaikan infrastruktur yang disiapkan pemerintah dalam mempersiapkan AEC 2015 akan menjadikan indonesia siap dengan persaingan global. Semoga dengan diberlakukannya AEC, pemerintah beserta masyarakat indonesia bisa lebih sadar tentang pemanfaatan dan perkembangan teknologi untuk kesejahteraan bersama.

Bentuk kerja sama MEA




   ü  Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas;
   ü  Pengakuan kualifikasi profesional;
   ü  Konsultasi lebih dekat pada kebijakan makro ekonomi dan keuangan;
   ü  Langkah-langkah pembiayaan perdagangan;
   ü  Meningkatkan infrastruktur
   ü  Pengembangan transaksi elektronik melalui e-ASEAN;
   ü  Mengintegrasikan industri di seluruh wilayah untuk mempromosikan sumber daerah;
   ü  Meningkatkan keterlibatan sektor swasta untuk membangun Masyarakat Ekonomi ASEAN  (MEA).

            
 Pembentukan MEA 


Yaitu MEA yang akan berlaku 31 Desember 2015 harus disikapi secara bijak, karena pada dasarnya tujuan MEA menguntungkan negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia.Pembentukan MEA dipercepat pada tahun 2015 yang akan aktif di implementasikan 1 Januari 2016. Sebagai bukti legal dan konstitusional bagi negara anggota ASEAN.Tujuan dibentuknya MEA adalah tercipatanya kawasan ekonomi ASEAN yang mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi dan meningkatkan stabilitas perekonomian secara kompetitif dan terintegrasi antar negara ASEAN.













Referensi







































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Suatu negara memberlakukan harga produk untuk barang import lebih mahal dari pada harga produk dalam negeri untuk membangun kemandirian negara di bidang ekonomi








Suatu negara memberlakukan harga produk untuk barang import lebih mahal dari pada harga produk dalam negeri untuk membangun kemandirian negara di bidang ekonomi





Bagaimana suatu negara memberlakukan harga produk untuk barang import lebih mahal dari pada harga produk dalam negeri untuk membangun kemandirian negara di bidang ekonomi ?


Banyak orang mengatakan harga produk di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan harga produk yang ada di luar Negeri pada barang-barang tertentu padahal untuk satu merk yang sama, mengapa demikian ? Kita tahu di Indonesia ini jika barang yang di import jauh lebih mahal di bandingkan barang yang dihasilkan dari orang-orang Indonesia?

karena untuk memasuki suatu negara barang-barang import tersebut harus melewati beberapa instansi yang berwenang, kalau harga yang mahal itu karena untuk barang-barang import harus membayar pajak import, kalau produk yang dibuat oleh tangan-tangan masyarakat memang cukup mahal dikarenakan suatu negara barang import itu tidak memiliki stok barang dibalik mereka juga tidak memiliki pekerja yang banyak untuk menghasilkan produk yang banyak selain itu pula bahan baku untuk produk tertentu biasanya tidak memiliki cadangan yang cukup banyak sehingga harga produk local bisa lebih tinggi dibandingkan dengan produk luar negeri.



Contohnya

            Ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi-dari penekanan pada industri substitusi impor ke industri promosi ekspor.Konsumen dalam negeri membeli barang impor atau konsumen luar negeri membeli barang domestik,menjadi sesuatu yang sangat lazim.Persaingan sangat tajam antarberbagai produk.Selain harga,kualitas atau mutu barang menjadi faktor penentu daya saing suatu produk

         Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2008 mencapai USD118,43 miliar atau meningkat 26,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai USD92,26 miliar atau meningkat 21,63 persen. Sementara itu menurut sektor, ekspor hasil pertanian, industri, serta hasil tambang dan lainnya pada periode tersebut meningkat masing-masing 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Adapun selama periode ini pula, ekspor dari 10 golongan barang memberikan kontribusi 58,8 persen terhadap total ekspor nonmigas. Kesepuluh golongan tersebut adalah, lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, mesin atau peralatan listrik, karet dan barang dari karet, mesin-mesin atau pesawat mekanik. Kemudian ada pula bijih, kerak, dan abu logam, kertas atau karton, pakaian jadi bukan rajutan, kayu dan barang dari kayu, serta timah.


            Selama periode Januari-Oktober 2008, ekspor dari 10 golongan barang tersebut memberikan kontribusi sebesar 58,80 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang tersebut meningkat 27,71 persen terhadap periode yang sama tahun 2007. Sementara itu, peranan ekspor nonmigas di luar 10 golongan barang pada Januari-Oktober 2008 sebesar 41,20 persen.Jepang pun masih merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD11,80 miliar (12,80 persen), diikuti Amerika Serikat dengan nilai USD10,67 miliar (11,57 persen), dan Singapura dengan nilai USD8, 67 miliar (9,40 persen).Peranan dan perkembangan ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor untuk periode Januari-Oktober tahun 2008 dibanding tahun 2007 dapat dilihat pada. Ekspor produk pertanian, produk industri serta produk pertambangan dan lainnya masing-masing meningkat 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen.


            Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan Januari-Oktober 2008, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 64,13 persen, sedangkan kontribusi ekspor produk pertanian adalah sebesar 3,31 persen, dan kontribusi ekspor produk pertambangan adalah sebesar 10,46 persen, sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 22,10 persen.Kendati secara keseluruhan kondisi ekspor Indonesia membaik dan meningkat, tak dipungkiri semenjak terjadinya krisis finansial global, kondisi ekspor Indonesia semakin menurun. Sebut saja saat ekspor per September yang sempat mengalami penurunan 2,15 persen atau menjadi USD12,23 miliar bila dibandingkan dengan Agustus 2008. Namun, secara year on year mengalami kenaikan sebesar 28,53 persen.














  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah Republik Indonesia



Paket  4 (Empat) Kebijakan Ekonomi Pemerintah Republik Indonesia 


Paket pertama dibuat untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar.Dalam paket ini, pemerintah akan melakukan beberapa langkah yang meliputi:

ü  mendorong ekspor dan memberikan keringanan pajak kepada industri yang padat karya, padat modal, dan 30% hasil produksinya berorientasi ekspor
ü  menurunkan impor migas dengan memperbesar biodiesel dalam solar untuk mengurangi konsumsi solar yang berasal dari impor
ü  menetapkan pajak barang mewah yang lebih tinggi untuk mobil CBU dan barang-barang impor bermerek dari rata-rata 75% menjadi 125% hingga 150%; dan memperbaiki ekspor mineral.

       Paket kedua dibuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Dalam paket ini, pemerintah akan melakukan beberapa langkah yang meliputi:

 ü  memastikan defisit APBN-2013 tetap sebesar 2,38% dan pembiayaan aman.
ü  memberikan insentif kepada industri padat karya, termasuk keringanan pajak.

      Paket ketiga dibuat untuk menjaga daya beli. Dalam paket ini, pemerintah akan melakukan beberapa langkah yang meliputi:

  ü  berkoordinasi dengan BI untuk menjaga gejolak harga dan inflasi
  ü  mengubah tata niaga daging sapi dan hortikultura dari impor berdasarkan  kuota menjadi mekanisme impor dengan mengandalkan harga.

Paket empat  dibuat untuk mempercepat investasi. Dalam paket ini, pemerintah akan melakukan beberapa langkah yang meliputi:

ü  mengefektifkan sistem layanan terpadu satu pintu perijinan investasi;
  ü  mempercepat revisi peraturan Daftar Negatif Investasi (DNI);
ü  mempercepat investasi di sektor yang berorientasi ekspor dengan memberikan insentif; dan
ü  mempercepat renegosiasi kontrak karya pertambangan.


        Contoh Kebijakan Ekonomi Pemerintah Republik Indonesia



          Pemerintah memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat, terutama golongan kelas menengah-  bawah untuk mendapatkan akses ke sistem perbankan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, yakni 12 persen. Tak cuma itu, melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mendukung UKM yang berorientasi ekspor atau yang terlibat dalam produksi untuk produk ekspor, pemerintah juga memberikan fasilitas pinjaman atau kredit modal kerja dengan tingkat bunga yang lebih rendah dari tingkat bunga komersial. Fasilitas ini terutama diberikan kepada perusahaan padat karya dan rawan PHK.

    Untuk menarik investor, terobosan kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah memberikan layanan cepat dalam bentuk pemberian izin investasi dalam waktu 3 jam di Kawasan Industri. Dengan mengantongi izin tersebut, investor sudah bisa langsung melakukan kegiatan investasi. Kriteria untuk mendapatkan layanan cepat investasi ini adalah mereka yang memiliki rencana investasi minimal Rp 100 miliar dan atau rencana penyerapan tenaga kerja Indonesia di atas 1,000 (seribu) orang.



Referensi 
      
     








  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Embargo Ekonomi








Embargo Ekonomi






Embargo ekonomi adalah pelarangan perdagangan atau aktivitas ekspor impor dengan sebuah negara. Ekspor Impor adalah pembatasan perdagangan atau aktivitas ekspor impor dengan sebuah negara. Positifnya dari embargo ekonomi adalah negara tersebut dapat belajar memproduksi kebutuhan negaranya dengan mandiri tanpa bergantung dengan negara lain. Negatifnya adalah negara tersebut akan mempunyai hubungan yang buruk dengan negara yang diembargo. Positifnya dari ekspor impor adalah negara dapat memajukan produksi dalam negerinya karena pesaing dari luar negeri berkurang. Negatifnya adalah harga barang yang dibatasi akan melambung karena keterbatasannya barang tersebut.


Contoh Kasus Embargo Ekonomi Suatu Negara Iran



Iran tampaknya menggunakan segala cara untuk merepresi dan memaksakan kehendak pada dunia Muslim. Salah satunya adalah sanksi ekonomi. Memang kelihatannya bentuk embargo ini tidak lebih mengerikan daripada intervensi bersenjata, tetapi sejatinya dampaknya bisa sangat mengerikan bagi negara yang terkena sanksi ekonomi Barat tersebut.
Enam tahun yang lalu, ketika Amerika dan Eropa melakukan langkah embargo ekonomi untuk menekan Iran, dampaknya masih belum begitu besar bagi  negeri mullah ini karena cadangan devisa mereka amat tinggi. Bisa dikatakan bahwa secara taktis, strategi embargo ekonomi Barat terhadap Iran tidak berjalan efektif. Tetapi dalam beberapa tahun ini, dampaknya bagi Iran sungguh mengenaskan. 
Pada awal Oktober ini, nilai Rial Iran turun sampai ke level 40%. Harga kebutuhan pokok, seperti susu, roti, yoghurt beras, dan sayuran, setidaknya telah dua kali lipat sejak awal tahun lalu. Daging ayam yang merupakan salah satu kebutuhan pokok rakyat Iran telah menjadi begitu langka. Rakyat Iran benar-benar dibuat menderita oleh sanksi ekonomi Barat. Pada tanggal 3 Oktober terjadi kerusuhan di Teheran yang dipicu oleh keruntuhan nilai Rial Iran. Bazaar Utama di Teheran tidak ada yang berani membuka lapak. Pengangguran diperkirakan meningkat sekitar tiga kali lebih tinggi dari tingkat resmi 12% yang ditentukan pemerintah Teheran.
Jutaan pekerja pabrik tidak terampil berada di bawah garis kemiskinan. Pengangguran Pervasif, inflasi, kekurangan obat-obatan, dan bahkan kerusuhan pangan telah dilaporkan di berbagai tempat di Iran.Rep Brad Sherman dalam konteks sanksi terhadap Iran juga tidak bisa membantah bahwa secara tidak langsung, Barat justru telah melukai hati rakyat Iran. Bahkan lebih jauh lagi, dia mengaku bahwa dampak sanksi ekonomi ini akan menghancurkan rakyat Iran. Ini membuktikan bahwa sanksi ekonomi terhadap negara-negara Muslim menyebabkan massa penderitaan manusia yang mengerikan.
Pada tahun 2006, Dov Weisglass, pejabat senior Israel secara jujur menggambarkan tujuan blokade bangsanya terhadap Gazaadalah Ide untuk menempatkan Palestina pada kondisi hidup segan mati tak mau. Memang Dov Weisglass berkilah bahwa sanksi blokade terhadap Gaza bukan untuk membuat rakyak Palestina mati kelaparan, tetapi paling tidak dampaknya rakyat Gaza terutama usia rentan kesehatan (anak-anak dan orang tua) akan mati pelan-pelan.
Masih ingat kasus sanksi ekonomi Barat di Irak? Dampaknya sangat mengerikan. Lebih dari setengah juta anak-anak mati mengenaskan akibat embargo brutal ini. Terus bagaimana dengan reaksi Barat atas hal ini? Menteri Luar Negeri Madeleine Albright – ketika ditanya wartawan pada tahun 1996 tentang perasaannya terhadap hilangnya nyawa 500.000 lebih anak-anak rak sebagai akibat dari sanksi ekonomi Barat. Dengan senyum simpul dan sangat tenang dia menjawab. \”Saya pikir ini adalah pilihan yang sangat sulit, tapi itu adalah harga yang layak dibayar oleh rakyat Irak\”. kejamnya perempuan berkuasa ini.
Saking tidak kuasanya melihat penderitaan rakyat Irak akibat sanksi Barat tersebut, Denis Halliday, mengundurkan diri dari PBB sebagai protes, dan mengatakan bahwa kebijakan sanksi ekonomi Barat terhadap negara-negara muslim sudah memenuhi definisi formal dari \”genosida\”. Inilah salah satu 
ucapannya yang menyedihkan sambil tak kuasa menitikkan airmata:
\”Kita sekarang di sana. Menyaksikan langsung dan secara kasat mata terlihat bukti bahwa sanksi ekonomi Barat terbukti bertanggung jawab untuk membunuh banyak orang, menghancurkan keluarga mereka, anak-anak mereka. Mereka semua mati perlahan-lahan karena kekurangan obat-obatan dasar. Kami berada di sana. Tak berdaya membiarkan anak-anak mati saat dilahirkan. Itu dilakukan semua oleh kita (Barat) hanya demi menghukum kesalahan seorang Saddam Hussein ketika menyerang Kuwait. \”

Murtaza Hussain dari Al-Jazeera telah mendokumentasikan berbagai penderitaan dari 26 juta warga Irak oleh sanksi ekonomi Barat. Sungguh kerusakannya tidak kalah mengerikan dari intervensi militer, bahkan dari seluruh peperangan yang pernah terjadi dalam sejarah.
Bahkan, Pada tahun 2001, penulis Chuck Sudetic melaporkan hasil kunjungannya ke Irak bahwa sanksi ekonomi yang dipimpin AS  telah membunuh jutaan warga sipil. Pembantaian ini jauh lebih mengerikan daripada bom kimia, biologi, atau senjata nuklir yang pernah digunakan dalam sejarah manusia\”.Dan sekarang, tragedi yang sama sengaja diputar ulang pada rakyat Iran. sedang diputar sengaja, hanya kali ini target adalah penduduk Iran. Taruh kata elit Iran salah, karena dituduh berambisi dalam pengembangan senjata nuklir. Apakah dengan begitu, rakyat Iran harus ikut menanggung akibat yang sangat mengerikan dari embargo Barat terkini yang diterapkan pada Iran? Kondisi Rial Iran dalam minggu terakhir ini semakin mengenaskan. Nilainya telah terjun bebas sebesar 75% dari awal tahun lalu. Dan di minggu terakhir ini sudah terjun bebas lagi sebesar 60% dari  minggu kemarin.Sasaran Barat dengan dengan embargo ekonomi ini adalah untuk memaksa turunnya Ahmadinejad yang begitu sangat dibenci Israel dan Barat. Apakah itu bisa berjalan efektif? Mari kita lihat lagi ke sejarah sebelumnya. Dengan embargo ekonomi yang sangat mengerikan oleh Barat pada Irak, ternyata tidak mampu memaksa Saddam Husein untuk lengser. Dan akhirnya harus di intervensi secara militer untuk menghancurkan rejim Saddam. Jangan tanya lagi berapa jumlah korban tak berdosa.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS